12 August 2018 / Renungan Harian

Percaya


media

Percaya
Yohanes 6:35, 41-51

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup kekal. (Yoh. 6:47)

Orang-orang Yahudi bersungut-sungut ketika mendengar perkataan Yesus: Akulah roti hidup. Benar, mereka kagum dengan kemampuan Yesus memberi makan ribuan orang hanya dengan lima roti dan dua ikan. Mereka takjub dan kagum kepada Yesus. Orang banyak mulai menyatakan Yesus sebagai nabi yang akan datang itu (Yoh. 6:14). Namun, ketika Yesus menyatakan bahwa Ia adalah roti hidup, utusan Allah, mereka keberatan. Siapa orang ini sesungguhnya? Bagaimana Ia dapat berkata, “Aku telah turun dari sorga?” Mereka kemudian mulai mencari tahu siapakah Dia. Setelah mereka memperhatikan dengan saksama dan berdasarkan informasi yang mereka dapatkan mereka tahu bahwa orang tersebut bernama Yesus. Ya, Dia adalah Yesus, anak Yusuf. Kita mengenal bapak dan ibunya. Keluarga sederhana yang tinggal dekat kita. Tidak mungkin Ia berasal dari Surga!

Menurut ukuran manusia, latar belakang kehidupan keluarga Yesus yang biasa-biasa saja, tidak mendukung pernyataan-Nya bahwa Ia diutus Allah. Ayahnya, Yusuf hanyalah seorang tukang kayu. Orang pada umumnya merasa bahwa seorang yang hebat dan luar biasa harus lahir dari keluarga yang hebat dan luar biasa pula.

Yesus mengajak kita untuk percaya kepada-Nya bukan hanya berdasarkan ukuran dan penilaian manusia tetapi berdasarkan Iman dan pengalaman berjalan bersama-sama dengan-Nya.


 

DOA:

Yesus, terima kasih telah menjumpaiku dan membuka hatiku untuk mengenal dan percaya bahwa Engkaulah Tuhan. Amin!

1Raj. 19:4-8; Mzm. 34:2-9; Ef. 4:25—5:2; Yoh. 6:35, 41-51

Latest ARTICLE