28 March 2018 / Renungan Harian

Peringatan!


media

Peringatan!
Yohanes 13:21-32

Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” (Yoh. 13:21)

“Tak ada kawan dan lawan abadi. Yang abadi hanyalah kepentingan.” Adagium itu mencerminkan realitas politik yang licin dan sulit ditebak. Aktor-aktornya mudah berubah sebab segalanya bisa diatur. Yang penting dapat keuntungan. Namun, bagaimana kalau hal itu terjadi di bidang rohani?

Yudas Iskariot adalah murid dan orang kepercayaan Yesus. Ia bendahara dalam kelompok para murid. Ia juga diduga berasal dari kelompok nasionalis Yahudi fanatik. Dugaan itu didasarkan pada nama “Iskariot” yang mungkin berasal dari kata Sikarios (Lat.) artinya pembawa pisau belati. Ia menentang penjajahan Romawi. Jika benar begitu, kita bisa menduga bahwa Yudas memiliki pengharapan mesianik yang bersifat politik. Karena itu, tidak heran kalau ia juga ikut berpolitik praktis. Ia yang berkawan dengan Yesus kemudian berubah menjadi penjual Yesus hanya demi 30 keping perak. Pantaslah jika Yesus sangat terharu. Orang yang selama ini bersama dengan-Nya, yang makan dan minum secawan dengan Dia, malah bersekongkol menyerahkan diri-Nya ke pihak Romawi yang sebelumnya sangat ditentangnya. Rasanya, “politik uang” mengubah Yudas.

Kisah pengkhianatan Yudas membuktikan adagium “tidak ada kawan atau lawan abadi.” Adagium itu dapat tumbuh di mana saja, termasuk di gereja. Sikap khianat dan mata duitan dapat ada pada siapa saja. Kisah itu ditulis supaya kita belajar dan tidak mengulanginya. Ini peringatan untuk kita!



REFLEKSI:
Salah satu cara membahagiakan Yesus: tidak melakukan pengkhianatan seperti yang dilakukan Yudas.

Yes. 50:4-9a; Mzm. 70; Ibr. 12:1-3; Yoh. 13:21-32

Latest ARTICLE