17 June 2017 / Renungan Harian

Perintah ALLAH atau Adat Istiadat


media

Perintah ALLAH atau Adat Istiadat

Markus 7:1-13

"Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." (Mrk. 7:8)

Adat istiadat diciptakan manusia dan diteruskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Misalnya, dalam hal mendirikan rumah, ada aturan mengenai hari baik, arah rumah, dan modelnya. Dalam hal berpakaian, ada model pakaian yang disesuaikan dengan tingkatan sosial di masyarakat. Untuk upacara pernikahan, ada ritual dan perlengkapan khusus. Masih banyak lagi adat istiadat yang berlaku dan diyakini bahwa bila tidak dilakukan maka kehidupan orang itu akan mengalami kemalangan. Demikian pula halnya dalam kehidupan orang Yahudi.

Dalam tradisi Yahudi, ada hukum berdasarkan Kitab Suci dan ada hukum berdasarkan adat istiadat. Salah satu adat istiadat nenek moyang Yahudi adalah membasuh tangan sebelum makan. Hal itu menjadi pokok perdebatan ketika orang Farisi melihat beberapa murid Yesus makan tanpa mencuci tangan terlebih dulu. Yesus mengkritik orang Farisi itu dan membenarkan apa yang dinubuatkan Yesaya mengenai mereka sebagai umat Israel. Mereka beribadah, tetapi hatinya jauh dari Tuhan. Mereka berpegang pada adat istiadat manusia dan bukan pada perintah Tuhan.

Apa yang dilakukan orang Farisi itu bisa saja dilakukan umat Tuhan pada masa kini. Mari kita meneliti diri, apakah hidup kita seturut kehendak Tuhan ataukah kita lebih mengutamakan adat istiadat? Kiranya hikmat Tuhan memampukan kita hidup dalam perintah Tuhan.

 


Doa:

Tuhan, jadikan kami setia pada perintah-Mu. Amin

 

Mzm. 100; Kel. 6:27 - 7:13; Mrk. 7:1-13

Latest ARTICLE