20 June 2018 / Renungan Harian

Perjanjian


media
Perjanjian
Yeremia 22:1-9
 
Orang akan menjawab: Oleh karena mereka telah melupakan perjanjian TUHAN, Allah mereka, dan telah sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya.” (Yer. 22:9)
Ada orang yang menjual rumah dan ada orang yang membeli rumah. Lalu, perjanjian jual beli rumah diikat di hadapan notaris. Masing-masing pihak harus menaati perjanjian itu. Coba bayangkan, apa yang terjadi bila salah satu pihak tidak menepati perjanjian itu? Pasti akan terjadi konflik dan perselisihan.
Dalam Alkitab, tema “perjanjian” sering muncul sehingga Alkitab pun disebut Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Salah satu perjanjian yang terkenal dalam Perjanjian Lama adalah perjanjian Tuhan dengan umat-Nya di Gunung Horeb (Ul. 5:2). Inti perjanjian itu adalah Tuhan akan menjadi Allah bangsa Israel dan umat-Nya itu harus setia hanya kepada Tuhan. Namun, dalam perjalanan kehidupan Israel, mereka sering melanggar perjanjian itu dengan menyembah allah lain. Itulah yang menyebabkan Tuhan murka dan menghukum umat-Nya.
Hidup kita tidak bisa lepas dari suatu perjanjian atau suatu persetujuan bersama yang masing-masing pihak berjanji untuk menepati apa yang telah disepakati. Pernikahan merupakan suatu perjanjian antara seorang pria dan seorang wanita untuk saling setia sampai mati. Baptis dan Sidi juga suatu perjanjian antara Tuhan dan orang percaya. Saat pelantikan pejabat gerejawi, penatua dan pendeta mengungkapkan janjinya kepada Tuhan. Masalahnya, apakah kita setia menaati perjanjian itu ataukah kita mengabaikannya?

DOA:
Tuhan, kami ingin menjadi orang yang setia menaati perjanjian, baik perjanjian dengan Tuhan maupun dengan sesama kami. Amin.
 
Mzm. 52; Yer. 22:1-9; Luk. 6:43-45

Latest ARTICLE