19 November 2017 / Renungan Harian

Perkara yang Kecil


media

Perkara yang Kecil

Matius 25:14-30

"Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar." (Mat. 25:23)

"Aku tak punya cukup waktu, bukan pula seorang ahli,/ untuk menjadi anak-Mu dengan mengerjakan yang suci-suci./ Namun, jadikanlah aku anak-Mu melalui makanan yang kusaji./ Jadikanlah aku anak-Mu melalui piring-piring yang kucuci./ Hangatilah dapur ini dengan kasih-Mu./ Terangi dapur ini dengan sinar-Mu./... Dan terimalah pekerjaanku yang sehari-hari ini, yang kukerjakan bagi Engkau sendiri." Sajak ini didedikasikan kepada Brother Lawrence yang setia bekerja di dapur sebuah biara pada abad pertengahan. Pekerjaan yang tampaknya kecil menjadi penuh makna karena keintimannya dengan Tuhan dalam kesehariannya.

Hamba yang mendapat 1 talenta rupanya menganggap 1 talenta itu kecil dan tidak bermakna. Apalagi, ia mungkin membandingkannya dengan hamba yang mendapat 3 dan 5 talenta. Hamba yang mendapat 1 talenta itu menilai tuannya sebagai tuan yang kejam. Padahal, 1 talenta itu sama dengan 6.000 dinar. Satu dinar adalah upah satu hari seorang pekerja. Jika upah sehari Rp.100.000, maka 1 talenta berarti sekitar 600 juta Rupiah. Sayangnya, 1 talenta itu hanya dikubur oleh si hamba.

Martin Luther King Jr. mengatakan, " Jika pekerjaanmu adalah penyapu jalan, lakukanlah itu seperti Bethoven menggubah lagu". Pekerjaan kita untuk Tuhan tidak ada yang kecil di mata-Nya. Semua karya untuk Tuhan adalah karya berharga.

 


Refleksi:

Sesederhana apa pun yang kita lakukan, jadilah berkat bagi sesama.

 

Zef. 1:7, 12-18; Mzm. 90:1-8[9-11] 12; 1Tes. 5:1-11; Mat. 25:14-30

Latest ARTICLE