11 October 2017 / Renungan Harian

Persekongkolan


media

Persekongkolan

Yohanes 11:45-57

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. (Yoh. 11:53)

Masyarakat Indonesia memiliki satu budaya luhur dalam membuat kesepakatan, yaitu bermusyawarah. Dalam berbagai kesempatan adat, kita dapat menyaksikan proses pengambilan kesepakatan secara komunal. Pola seperti itu juga kita temukan dalam berbagai lingkup hidup kita, di tengah kumpulan keluarga, di tempat kerja, di lingkungan tempat tinggal, di tengah keakraban pergaulan, serta di persekutuan gereja.

Namun, sekadar bersepakat ternyata tidaklah cukup. Sebuah kesepakatan yang dibuat dengan cara paling demokratis sekalipun, tidak menjamin bahwa hasil kesepakatan itu baik. Terutama, jika seperti dalam bacaan hari ini, kesepakatan itu dibuat untuk menjahati seseorang.

Ketika sekumpulan orang bersepakat untuk menjahati pihak lain, maka kita menyebutnya sebagai persekongkolan. Sering kali, kita terbawa arus dan membuat kesepakatan-kesepakatan yang menjahati orang lain, baik dalam pergaulan, pekerjaan, bahkan pelayanan kita di gereja. Ketika kita melakukannya, kita mungkin sedang berada dalam barisan yang sama dengan orang-orang yang bersepakat untuk membunuh Tuhan Yesus.

Tuhan menghendaki kita bersepakat dalam sehati dan sepikir, tetapi tidak untuk bersekongkol melakukan sesuatu yang jahat dan menjatuhkan. Tuhan menghendaki kita bersama-sama membangun, bukan bersama-sama menjatuhkan.

 


Doa:

Tuhan, jauhkan kami dari persekongkolan jahat dan beranikan kami untuk menolak bersekongkol. Amin.

 

Mzm. 144; Kid. 8:5-14; Yoh. 11:45-57

Latest ARTICLE