14 March 2019 / Renungan Harian

Perubahan Hidup Sejak Ikut Kristus


media

Perubahan Hidup Sejak Ikut Kristus

Filipi 3:2-12 

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. (Flp. 3:7)

D.L. Moody pernah mengatakan, “Alkitab hadir bukan sekadar menambah ilmu pengetahuan, tetapi untuk mengubah kehidupan kita.” Kata-katanya benar. Bahkan bukan semata-mata Alkitab. Pengenalan kita tentang Kristus, semestinya juga mengubah kehidupan kita sehingga semakin hari kita menjadi semakin serupa dengan-Nya dalam berbagai aspek hidup.

 Ada perubahan besar dalam kehidupan Paulus. Ia tidak lagi menggunakan hukum-hukum agama sebagai sarana untuk berdamai dengan Allah. Penderitaan dan kematian Kristus telah menginspirasi dan membuat Paulus mengimani bahwa hanya melalui pengorbanan, kasih dan anugerah Allah saja dia dapat mengalami hidup yang benar-benar hidup; hidup sejati dan kekal. Oleh sebab itu, status sebagai orang Ibrani, orang Farisi, menerima sunat sejak kecil dan banyak kebanggaan lahiriah lainnya, bukan menjadi faktor penentu lagi dalam kehidupan Paulus. Kini, yang menjadi fokus hidupnya ialah bagaimana teladan Kristus ia imani dan hidupi, berujung pada kebangkitan hidup karunia Allah.

 Saat mengikut Kristus, semestinya ada perubahan yang terjadi dalam kehidupan kita. Tidak lagi kita tinggi hati dan merasa mampu menemukan keselamatan seorang diri. Tidak lagi kita menjalankan kehidupan agama tanpa kasih yang tulus. Tetapi kini dengan iman, kita menerima Kristus untuk memperbarui segenap pola pikir hidup kita dan melanjutkan kasih yang kita terima kepada sesama kita dengan nyata dan sungguh-sungguh.


REFLEKSI:
Hidup lama harus ditinggalkan jika sudah mengikut Kristus.

Mzm. 27; Kej. 13:1-7, 14-18; Flp. 3:2-12

Latest ARTICLE