14 April 2019 / Renungan Harian

PIKUL SALIB DAN IKUT YESUS


media

PIKUL SALIB DAN IKUT YESUS
Lukas 23:1-49

“… Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.” (Luk. 23:26)

Tuhan Yesus pernah berkata, ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk. 9:23). Tahukah Saudara, ada orang yang benar-benar melakukan perintah Tuhan tersebut?

Dia adalah Simon dari Kirene. Ketika ia baru datang dari luar kota, ia ikut memikul salib Yesus dan mengikuti Yesus (ay. 26). Saat itu, pengikut Kristus hancur hatinya; banyak yang menangis dan meratapi-Nya (ay. 27). Secara manusia, Simon tentu merasa tidak nyaman, lelah dan mungkin saja merasa malu. Maka, menarik kalau Simon kemudian mau melakukan itu. Alkitab tidak menceritakan mengapa Simon tiba-tiba bersedia memikul salib Yesus. Secara rohani kita percaya, karena Simon “terpilih” dan Simon tidak menolak pemilihan itu. Apa yang dilakukan Simon menjadi teladan tentang bagaimana memikul salib dan mengikut Yesus.

Dalam menjalani hidup, bisa saja kita memikul kesulitan, kesengsaraan, tanpa kita tahu mengapa itu terjadi. Itu semua bisa saja kita alami dengan tiba-tiba. Ketika itu terjadi, sama seperti Simon dari Kirene, apakah kita bersedia memikul beban, kesulitan tersebut dengan melihatnya sebagai wujud nyata dari memikul salib Kristus? Kalau itu kita lakukan, maka kita punya kesempatan untuk mengalami apa yang Kristus alami. Memakai bahasa Paulus, kita bisa bersekutu dengan penderitaan Kristus (Flp. 3:10).

DOA:

Ya Tuhan, mampukan kami untuk memaknai penderitaan kami secara rohani sebagai kesempatan untuk memikul salib. Amin.

Yes. 50:4-9a; Mzm. 31:10-17; Flp. 2:5-11; Luk. 22:14—23:56/Luk. 23:1-49

Latest ARTICLE