24 July 2018 / Renungan Harian

Rendah Hati


media
RENDAH HATI
Kisah Para Rasul 20:17-38
 
… dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan.” (Kis. 20:19)
“Untung saya ada sehingga semua berjalan lancar,” atau “Coba kalau saya tidak ada pasti semua acara akan berantakan.” Pernahkah Anda mendengar kata-kata itu atau pernahkah Anda mengucapkan kalimat itu? Menurut Anda apakah ucapan itu menggambarkan sikap rendah hati?
Saat mengucapkan perpisahan dengan para penatua di Efesus, Paulus bercerita tentang cara hidup yang dijalaninya sebagai pelayan Tuhan. Saat mengalami banyak pencobaan, baik dari kalangan sendiri, dari orang-orang Yahudi dan juga dari pihak lain, dia selalu menjalaninya dan menghadapinya dengan kerendahan hati. Menjalani dengan kerendahan hati berarti ia bersandar pada Allah dan menaruh keyakinan pada Allah, bukan pada diri sendiri. Pada saat yang sama, ia selalu menghargai dan menghormati pandangan orang lain. Ia bersandar kepada Tuhan karena ia sadar bahwa yang dilayaninya bukan dirinya sendiri tetapi Tuhan yang sudah menangkap dan membaruinya. Karena itu, ia tetap melayani sekalipun sukar, beragam tantangan dan rintangan.
Sikap rendah hati sangat dibutuhkan dalam hidup ini, khususnya dalam pelayanan. Karena sikap yang rendah hati selalu melihat Tuhan sebagai yang terutama dan tidak undur saat cobaan dan kesulitan datang. Orang yang rendah hati tidak memandang orang lain dengan sebelah mata. Orang yang rendah hati tidak pernah menganggap semua hanya karena kehebatannya.

REFLEKSI:
Dalam hidup bersama, kita tidak dapat mengerjakan sendiri. Mari kita bekerja sama.
 
Mzm. 100; Za. 9:14—10:2; Kis. 20:17-38

Latest ARTICLE