13 November 2017 / Renungan Harian

Saat Berbaring


media

Saat Berbaring

Mazmur 63

...sungguh Engkau telah menjadi pertolonganku dan dalam naungan sayap-Mu aku bersorak-sorai. (Mzm. 63:8)

Malam itu adalah malam yang paling berkesan di dalam hidup saya. Sebuah mobil menabrak motor saya. Saya tergeletak di pinggir jalan tetapi tidak pingsan. Dalam keadaan penuh dengan darah di kaki dan gegar otak, seorang yang tidak saya kenal membawa saya ke rumah sakit terdekat. Saya diberi pertolongan seadanya. Saat terbaring tanpa daya, ada sebuah kekuatan yang mendorong saya untuk menyanyi, "Terima kasih Tuhan untuk kasih setia-Mu yang kualami dalam hidupku". Tidak lama kemudian, setetes air mata mengalir di pipi. Air mata kesakitan tetapi juga air mata bahagia dan air mata syukur karena pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.

Pemazmur juga mengalami pengalaman yang menakjubkan. Saat terbaring, ia mengingat Tuhan yang melindunginya dari musuh. Bahkan, Tuhan menutup mulut orang-orang yang berdusta. Ia juga meyakini bahwa Tuhan ada di pihaknya jika ia hidup terus di dalam Tuhan. Pengalaman dan keyakinan itulah yang membuat Pemazmur selalu merindukan Tuhan.

Orang Kristen yang meyakini kehadiran Tuhan adalah mereka yang sudah mengalami kebaikan Tuhan. Setiap malam Tuhan memberi kesempatan kepada kita bukan hanya untuk berbaring lalu tidur, melainkan juga untuk mengingat betapa menakjubkannya kebaikan dan perlindungan Tuhan. Dengan demikian, kita dapat menyaksikan Tuhan yang selalu hadir dalam suka duka kita.

 


Refleksi:

Kesempatan berbaring adalah juga kesempatan untuk merenungkan kehadiran Tuhan dalam suka maupun duka kita.

 

Mzm. 63; Am. 8:7-14; 1Kor. 14:20-25

Latest ARTICLE