04 November 2017 / Renungan Harian

Saat Kesulitan Melanda


media

Saat Kesulitan Melanda

Mazmur 43

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! (Mzm. 43:5)

Bapak Zaki memiliki 3 anak dan 5 cucu. Setelah berkarier selama 40 tahun di bidang konsultan, ia berniat pensiun. Namun, tidak disangka-sangka, ia menjadi korban fitnah atas penyalahgunaan uang yang tidak dilakukannya. Ia pun masuk penjara. Orang berpikir hidupnya hancur karena ia mengalami ketidakadilan. Namun, kepada anaknya, ia berkata, "Bapak tidak apa-apa. Bapak percaya Tuhan akan menjaga Bapak. Semalam Bapak bermimpi 3 malaikat Tuhan datang. Itu menenangkan hati Bapak!" Mimpi itu terjadi setelah seorang narapidana mengancamnya. Pergumulan berat, tetapi ia tetap percaya bahwa Tuhan ada untuknya.

Pemazmur juga mengalami pergumulan berat. Hatinya gelisah dan ia merasa sesak tertekan. Tidak ada pertolongan, bahkan ia merasa bahwa Tuhan membuangnya. Namun, pada akhirnya Pemazmur tetap dengan yakin mengatakan, "Berharaplah kepada Allah!" Pengharapan Pemazmur itu memungkinkannya untuk bersyukur dengan kecapi dan hatinya penuh damai sukacita.

Hidup kita sebagai orang percaya juga sering kali diwarnai dengan tekanan. Pergumulan hidup membuat kita merasa tidak berdaya. Pemazmur mengajak kita untuk tetap berharap kepada Tuhan saaat kesulitan melanda. Seperti pengalaman Bapak Zaki, bisa jadi kesulitan itu tetap ada, tetapi dengan tetap berharap kepada Tuhan, kita akan mengalami anugerah damai sejahtera-Nya.

 


Refleksi:

Pengharapan kepada Tuhan akan membawa damai dan sukacita di hati bahkan saat hidup kita makin sulit.

 

Mzm. 43; Mal. 1:6 - 2:9; Mat. 23:13-28

Latest ARTICLE