30 November 2017 / Renungan Harian

Saat Kita Kalah


media

Saat Kita Kalah

Mazmur 80:2-8, 18-20

Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. (Mzm. 80:4)

Semua orang pernah mengalami kekalahan. Ada yang kalah dalam kompetisi olahraga, kalah dalam bisnis, atau ada pula yang kalah dalam memperebutkan hati seseorang. Reaksi orang terhadap kekalahan itu bermacam-macam. Ada yang frustasi dan menangis keras-keras. Mereka meratapi kekalahannya. Ada pula yang segera bangkit dari kekalahannya dan memperbaiki diri untuk menyambut kompetisi berikutnya.

Dalam Mazmur 80 ini, umat Tuhan juga sedang meratap karena kalah. Mereka kalah di medan perang. Dalam ratapan mereka, umat berseru kepada Tuhan. Mereka menceritakan kekalahan mereka kepada Tuhan dan mencoba memperbaiki diri. Mereka menyadari bahwa Tuhan sajalah kekuatan mereka, bukan diri mereka sendiri. Dulu mereka pernah mewartakan kebesaran Tuhan atas kemenangan mereka. Kini mereka bertekad untuk bertobat sehingga Tuhan tidak akan berpaling lagi dari mereka (ay. 19). Mereka berharap untuk dipulihkan Tuhan (ay. 4) agar mereka dapat menyerukan kembali nama-Nya (ay.18).

Kekalahan apapun dapat membuat perasaan kita menjadi negatif. Kita bisa sedih, kecewa, atau juga merasa  rendah di hadapan orang lain. Saat berada di titik yang paling bawah, kita diajak untuk memperbaiki diri. Pertama-tama, mari kita memulihkan hati yang kecewa karena kekalahan itu. Selanjutnya, mari kita bertekad agar Tuhanlah yang memimpin kita.

 


Refleksi:

Tuhan memulihkan mereka yang kalah. Tuhan juga mempimpin kita pada kemenangan.

 

Mzm. 80:2-8, 18-20; Za. 13:1-9; Why. 14:6-13

Latest ARTICLE