28 April 2017 / Renungan Harian

Sekali Bertobat Tetap Bertobat


media

Sekali Bertobat Tetap Bertobat

1 Petrus 1:13-16

...hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus... (1Ptr. 1:15)

"Jangan jadi orang Kristen TOMAT!" TOMAT di sini adalah singkatan dari "Tobat-kumat", yaitu perilaku orang Kristen yang sebentar-sebentar bertobat lalu tidak lama kemudian kumat berbuat dosa lagi.

Penulis Surat Petrus menegaskan bahwa menjadi Kristen tidak cukup hanya bertobat. Orang-orang yang bertobat didesak untuk menghayati hidup yang bersesuaian dengan iman mereka. "Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu" (ay.14). Ketika seseorang bertobat, hendaknya ia bisa bertahan dalam pertobatannya itu, yaitu dengan hidup kudus. Bagaimana kita dapat hidup kudus? Penulis Surat Petrus menyampaikan tiga hal. Pertama, menyiapkan akal budi. Kedua, waspada. Ketiga, berpengharapan. Menyiapkan akal budi artinya mengubah cara berpikir kita menjadi lebih positif. Waspada berarti berjaga-jaga agar kita tetap berada dalam kondisi sadar sepenuhnya. Sedangkan berpengharapan merupakan sikap iman yang dinamis di tengah tantangan dan cobaan hidup. Ketiga sikap itu dikehendaki Allah agar hidup umat-Nya kudus.

Untuk bertobat dibutuhkan kesungguhan. Pertobatan yang sejati terjadi ketika seluruh eksistensi diri kita ikut diubahkan. Pertobatan yang setengah-setengah tidak akan pernah membawa perubahan nyata dalam hidup kita. Sekali bertobat tetaplah bertobat. Peliharalah kekudusan hidup kita dalam penyertaan Allah.

 


Doa:

Bapa, mampukan kami, anak-anak-Mu, untuk hidup kudus di tengah-tengah dunia ini. Amin.

 

Mzm. 116:1-4, 12-19; Yes. 26:1-4; 1Ptr. 1:13-16

Latest ARTICLE