25 April 2018 / Renungan Harian

Sekalipun Aku Jatuh


media

Sekalipun Aku Jatuh
Mikha 7:8-20

Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. (Mi. 7:8)

Sekalipun sudah lama menjadi pengikut Tuhan dan telah berusaha menjaga hidup kudus di hadapan-Nya, tidak seorang pun di antara kita kebal terhadap dosa. Kita masih bisa jatuh dalam dosa. Karena itu, Tuhan Yesus pernah berpesan, “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah” (Mrk. 14:38).

Kita memang masih bisa tergoda dan jatuh dalam dosa, tetapi tidak berarti bahwa kita akan tetap hidup dalam dosa itu sampai selamanya. Kita bisa terpeleset dalam gelap, tetapi tidak untuk selama-lamanya kegelapan melingkupi kita. Allah yang sudah menebus kita menjadi milik kepunyaan-Nya tidak akan tinggal diam melihat kejatuhan kita. Bisa saja Ia mengajar dan menghajar kita dengan keras karena Ia mengakui kita sebagai anak-anak yang harus menerima didikan Bapanya. Dia yang mengangkat tangan-Nya untuk menghukum kita, Dia juga yang akan mengulurkan tangan-Nya untuk mengangkat dan menyelamatkan kita.

Sekalipun jatuh, kita pasti dapat bangun kembali. Sekalipun harus mengalami hukuman karena kesalahan kita, akan tiba saatnya di mana Tuhan akan bangkit membela kita. Tidak untuk selamanya Tuhan murka; akan tiba waktunya Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Jika kita jatuh, jangan ragu untuk bangun kembali!



DOA:
Tuhan, apabila kami jatuh, ulurkanlah tangan-Mu untuk membangunkan kami kembali. Amin.

Mzm. 95; Mi. 7:8-20; Mrk. 14:26-31

Latest ARTICLE