03 March 2017 / Renungan Harian

Senang Lihat Orang Lain Susah


media

Senang Lihat Orang Lain Susah

Yunus 4:1-11

Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. (Yun.4:1)

Kok bisa orang Niniwe bertobat? Bukankah mereka musuh Israel dan pasti tidak percaya kepada Allah Israel? Kok bisa mereka memercayai pemberitaan Yunus? Tidak mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Allah mungkin saja berkarya dalam diri mereka. Selain itu, pertanyaan ini juga penting: apakah ada orang yang bersedia mengumandangkan suara kenabian? Mengumandangkan suara kenabian tentunya tidak hanya cukup di mulut saja, tetapi juga harus bertindak sebagai nabi. Syaratnya cuma satu: orang itu harus mau berjalan di belakang Allah atau melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

Itulah yang tidak terjadi dalam diri Yunus. Ia tampaknya masih memiliki dendam terhadap Niniwe. Yunus agaknya salah satu tipe orang yang tidak ingin orang lain senang. Itu memang terjadi: Yunus ternyata tidak suka Niniwe bertobat. Ketika Niniwe bertobat dan mendapatkan pengampunan Allah, Yunus marah karena dia lebih senang melihat Niniwe dihukum. Yunus senang melihat Niniwe susah.

Ketika Yunus marah, Allah murka, "Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?" (ay.11). Jika Yunus saja sayang kepada pohon jarak yang tak pernah ditanamnya, apalagi Allah kepada penduduk Niniwe.

 


Refleksi:

Bersikaplah seperti nabi Allah yang seharusnya.

 

Mzm.51; Yun.4:1-11; Rm.1:8-17

Latest ARTICLE