16 May 2017 / Renungan Harian

Siap dan Berani Tanggung Risiko


media

Siap dan Berani Tanggung Risiko

Kisah Para Rasul 7:44-56

Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. (Kis. 7:54)

Upaya menegakkan kebenaran seringkali diiringi risiko yang besar. Tidak semua orang siap dan berani menanggung risiko, apalagi kalau harus bertaruh nyawa. Akibatnya, tidak banyak orang yang berani menyuarakan dan menegakkan kebenaran.

Dalam hal ini, kita bisa belajar dari Stefanus yang berani dengan lantang menyuarakan kebenaran. Stefanus tahu risiko yang bisa mengancamnya, tetapi ia tetap melakukannya karena ia tahu bahwa yang disuarakannya adalah kebenaran. Stefanus sudah siap menanggung risiko apa pun yang akan diterimanya. Tak sedikitpun kegentaran ada di raut wajahnya. Meskipun orang-orang di Mahkamah Agama menyambutnya dengan kertakan gigi, dengan teriakan kemarahan meluap-luap, bahkan melemparinya dengan batu, Stefanus tetap tenang. Hatinya tetap terarah kepada Tuhan. Dengan berlutut, ia bahkan meminta kepada Tuhan agar perbuatan dosa orang-orang itu tidak ditanggungkan kepada mereka.

Dalam hidup ini, kita juga tahu ada risiko yang mengancam kita ketika menyuarakan kebenaran. Misalnya, ditinggalkan teman, kehilangan pekerjaan, kerugian ekonomi, dan sebagainya. Namun, marilah kita tetap berani menyuarakan kebenaran. Jangan kita hanya berani membicarakannya di belakang atau berbisik-bisik. Jangan kita hanya mencari aman saja, Dengan demikian, kita dapat mencegah keburukan berkembang atau mencegah keburukan diterima sebagai kebenaran hanya karena banyak yang mendukungnya.

 


Refleksi:

Era kemajuan teknologi informasi sekarang ini merupakan kesempatan emas untuk berani menyuarakan kebenaran meski tetap perlu bijak

 

Mzm. 102:2-18; Ams. 3:5-12; Kis. 7:44-56

Latest ARTICLE