16 April 2017 / Renungan Harian

Siapa Takut


media

Siapa Takut

Matius 28:1-10

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar... (Mat. 28:8)

Umumnya orang takut terhadap hal yang terjadi di luar kendalinya, seperti bencana alam dan penyakit kanker. Perasaan takut adalah reaksi psikis yang wajar. Namun, dapatkah kita tetap percaya akan penyertaan Allah saat kita merasa takut?

Ketakutan yang dialami para penjaga cukup beralasan. Mereka mengalami sebuah kejadian alam yang luar biasa. Gempa bumi disertai penampakan malaikat yang digambarkan seperti kilat dan berpakaian putih. Lain halnya dengan para perempuan yang ada pada saat itu. Mereka juga takut, tetapi takutnya diiringi sukacita karena malaikat memberi penjelasan bahwa Yesus telah bangkit. Yesus lantas menjumpai mereka untuk memberi penguatan sekaligus menegaskan tugas yang harus mereka kerjakan (ay. 10). Mereka sujud menyembah-Nya di tengah perasaan yang berkecamuk. Ia menguatkan mereka dan berkata, "Jangan takut." Para perempuan itu lalu pergi mengabarkan peristiwa kebangkitan Yesus. Sementara itu, para prajurit terbujur kaku seperti orang mati.

Untuk mengabarkan peristiwa Kebangkitan, kita perlu yakin akan penyertaan Allah. Para perempuan dalam kisah itu menginspirasi kita untuk mewartakan kabar sukacita itu dengan berani. Maut telah ditaklukkan dalam peristiwa Kebangkitan-Nya yang membawa harapan akan hidup. Kristus telah menjumpai kita; kini giliran kita memerjumpakan semua orang kepada-Nya.

 


Doa:

Tuhan, kebangkitan-Mu menginspirasi dan menguatkan kami untuk terus memberitakan injil. Amin.

 

Kis. 10:34-43/Yer. 31:1-6; Mzm. 118:1-2, 14-24; Kol. 3:1-4/Kis. 10:34-43; Yoh. 20:1-18/Mat. 28:1-10

Latest ARTICLE