11 September 2019 / Renungan Harian

SUKAR KARENA SUDAH MELEKAT KUAT


media

Lukas 18:18-30

"Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah." (Luk. 18:24)

Seorang anak tampak berusaha melepaskan perangko yang menempel pada sebuah amplop. Ayahnya melihat itu kemudian bertanya, “Mengapa kamu ingin melepaskan perangko itu?” Jawab anaknya, “Aku ingin mengoleksi perangko.” Ayahnya berkata, “Kalau begitu kamu mesti hati-hati melepaskan perangko yang sudah melekat kuat di amplop itu. Kalau kamu tidak hati-hati, perangko itu akan rusak.”

Melepaskan sesuatu yang sudah melekat kuat pada sesuatu yang lainnya memang merupakan perkara yang sukar. Kemungkinan besar, kondisi jadi rusak jika kita melepaskannya.

Pemimpin kaya yang diceritakan Injil Lukas ini pada dasarnya melekat kuat pada harta kekayaannya yang banyak. Ia memang rindu memperoleh hidup yang kekal. Itu sebabnya, sejak muda ia sudah mengikuti perintah Allah. Namun, Yesus berkata untuk masuk Kerajaan Allah, ia harus menjual segala miliknya dan membagikan hasilnya kepada orang-orang miskin. Orang kaya itu pun menjadi sangat sedih. Ia berpikir bahwa melepaskan diri dari hartanya akan menyakitkan dan merusak dirinya.

Sukarnya seseorang masuk ke dalam Kerajaan Allah bukanlah karena orang itu memiliki banyak harta, tetapi karena ia melekat kuat pada hartanya. Dengan melekat kuat pada harta atau sesuatu hal lain (idola) yang bukan TUHAN, orang pada dasarnya sedang menduakan Allah. Ia mengutamakan kehendaknya sendiri, bukan kehendak Allah.

REFLEKSI: Mana yang kekal: harta kekayaan atau TUHAN? Jujurlah ke mana hati kita terarah: harta kekayaan atau TUHAN?

Mzm. 101; 2Raj. 18:19-25; 19:1-7; Luk. 18:18-30

Latest ARTICLE