08 May 2018 / Renungan Harian

Sungguh-sungguh Taat


media

Sungguh-sungguh Taat
1 Timotius 6:13-16

Turutilah perintah ini, dengan tidak bercacat dan tidak bercela, hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya …. (1Tim. 6:14)

Jika kita memperhatikan balita yang sedang belajar bicara, maka ada hal yang menarik. Selain kata “mama” atau “papa,” banyak balita yang justru belajar mengatakan “tidak mau” dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa daerah. Mereka menggunakan kata itu untuk menolak ketika akan disuapi makan, atau dimandikan, atau ditidurkan.

Kelihatannya manusia memang makhluk yang susah sekali taat. Dosa pertama manusia menurut kesaksian Alkitab juga terkait dengan masalah tidak mau taat. Tuhan sudah memberikan perintah-Nya dengan jelas, tetapi toh manusia tetap melanggar perintah tersebut dan tidak mau taat.

Itu pulalah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan Timotius agar dia menuruti perintah Tuhan. Bukan hanya itu, Rasul Paulus juga memberikan kriteria yang berat: “dengan tidak bercacat dan tidak bercela.” Itu pun masih ditambah batas waktunya: “hingga pada saat Tuhan kita Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”

Itu tidak berarti kita diminta untuk melakukan sesuatu yang mungkin tidak akan pernah bisa kita lakukan karena standar yang terlalu tinggi. Namun, itu menunjukkan bahwa kita memang harus bersungguh-sungguh dalam mengikut Kristus. Apalah artinya kita mengaku sebagai para pengikut Kristus jika ternyata kita dengan mudahnya mengingkari perintah-perintah-Nya. Kualitas seorang pengikut diukur dari seberapa besar komitmennya untuk mengikuti pemimpinnya.



REFLEKSI:
Mungkin memberontak adalah sifat alamiah manusia, tetapi firman Tuhan mengingatkan kita untuk belajar menaati perintah Kristus.

Mzm. 93; Ul. 11:1-17; 1Tim. 6:13-16

Latest ARTICLE