02 March 2018 / Renungan Harian

Taat Dalam Proses


media

Taat Dalam Proses

Kisah Para Rasul 7:30-40

“Tetapi nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya, malahan mereka menolaknya. Dalam hati mereka ingin kembali ke tanah Mesir.” (Kis. 7:39)

“Hasil tidak akan menipu proses. Jika proses baik, maka hasil pun baik.” Pernyataan itu ada benarnya sekalipun kenyataannya tidak selalu manis. Masalahnya, sebuah proses biasanya diwarnai oleh berbagai gejolak, tantangan, ujian, bahkan ancaman. Contohnya, proses menghidupi Injil Yesus Kristus.

Stefanus merasakan betul kesulitan menghidupi dan memberitakan Injil, khususnya di kalangan bangsa Israel. Karena Injil, Stefanus ditangkap. Dalam sidang pembelaannya, Stefanus memperlihatkan juga kesulitan yang dialami Musa saat menghadapi bangsa Israel yang berkepala batu dan tegar tengkuk. Ketika mereka sedang berproses menuju ke Kanaan, bukan masa depan di tanah yang dijanjikan Allah itu yang dipikirkan dan dirindukan Israel, melainkan tanah Mesir. Padahal, di Mesir mereka hidup sebagai bangsa terjajah. Alhasil, kepemimpinan Musa ditolak. Kini, penolakan itu dialami kembali oleh Stefanus dari anak-anak Israel. Akan tetapi, Stefanus tidak takut menghadapi penolakan itu sebab ia yakin bahwa Yesus Kristus adalah pembela dan penyelamat sejati dalam hidupnya.

Iman kepada Allah di dalam Yesus Kristus niscaya akan menguatkan kita dalam menjalani proses kehidupan berdasarkan Injil, sesulit dan serumit apa pun. Yang penting, kita belajar taat dan terbuka pada pimpinan Roh Kudus. Kita tidak mengeraskan kepala, tetapi melembutkan hati. Maka, hasil yang baik akan kita nikmati, kini dan nanti.


 

REFLEKSI:

Keras kepala membuat hidup kita stagnan, tetapi kelembutan hati dan ketaatan menghadirkan perubahan.

Mzm. 19; Kel. 19:9b-15; Kis. 7:30-40

Latest ARTICLE