19 March 2017 / Renungan Harian

Tak Perlu Topeng


media

Tak Perlu Topeng

Yohanes 4:5-42

"Tuhan, berikanlah aku air itu..." (Yoh.4:15)

"Berikanlah aku air itu!" (Yoh.4:15). Demikianlah, permohonan perempuan Samaria itu kepada Yesus. Ada yang tersurat maupun tersirat dalam permohonan itu. Tersurat: perempuan itu tidak ingin datang ke perigi itu lagi. Tampaknya ia merasa malu jika harus bertemu dengan para perempuan lainnya. Itu sebabnya ia mengambil air ketika hari siang. Tersirat: perempuan itu haus rohaninya. Lima kali perkawinannya kandas. Sekarang ia sendiri tak berani mengikat diri dengan pasangannya. Ia takut kalau-kalau perkawinan itu pun gagal lagi. Dengan kata lain, perempuan itu haus baik jasmani maupun rohani. Yesus tahu hal itu. Karena itu, bisa dimengerti mengapa Guru dari Nazareth itu menawarkan air hidup kepada perempuan Samaria itu.

Air hidup itu adalah diri Yesus sendiri. Di dalam Kristus, perempuan itu seperti bercermin. Yesus menyatakan keberadaan perempuan itu apa adanya. Di muka Yesus, tak ada yang perlu disembunyikan. Yang terpenting, datang kepada Yesus sebagaimana adanya. Tak perlu topeng.

Semua manusia telanjang di hadapan Tuhan. Menyembunyikan sesuatu di hadapan Tuhan hanya akan membuat kita makin merasa tak layak. Jika kita punya kesalahan, akuilah semuanya itu di hadapan Tuhan. Tuhan akan mengampuni kita. Yesus akan menerima kita apa adanya dan membenarkan kita.

 


Refleksi:

Semua manusia telanjang di hadapan Tuhan.

 

Mzm.95; Kel.17:1-7; Rm.5:1-11; Yoh.4:5-42

Latest ARTICLE