07 November 2017 / Renungan Harian

Takjub


media

Takjub

Kisah Para Rasul 13:1-12

Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia takjub oleh ajaran Tuhan. (Kis. 13:12)

Saat saya remaja, saya menghadiri acara pembinaan guru Sekolah Minggu. Pembinanya adalah seorang pendeta yang sudah berusia lanjut. Di akhir acara, ia bertanya, "Siapakah di antara Saudara yang mau melayani Tuhan dengan penuh waktu?" Firman Tuhan yang baru saja saya dengar mendorong saya untuk berdiri. Dalam hati saya berkata, "Saya mau, ya Tuhan! Saya mau mengikuti panggilan-Mu!" Saya juga terdorong untuk melayani karena melihat semangat pendeta tua itu dalam melayani Tuhan. Saya takjub dengan firman yang diberitakannya dan juga dengan semangat sang pemberitanya.

Setelah Yesus naik ke Surga, Para Rasul juga memberitakan injil ke segala bangsa. Akibatnya, banyak orang Yahudi maupun non-Yahudi memutuskan untuk percaya kepada Tuhan Yesus, termasuk Gubernur Sergius Paulus. Sergius takjub pada ajaran tentang Tuhan Yesus. Rasa kagumnya itu makin dikukuhkan dengan adanya mujizat atas diri Elimas.

Saat kita mendengarkan firman Tuhan, perasaan kita juga terlibat di dalamnya. Rasa takjub muncul karena firman yang kita dengar menyentuh hati kita. Firman Tuhan memiliki kuasa sehingga orang yang mau mendengarnya menjadi percaya kepada Yesus. Firman itu makin dikukuhkan ketika mujizat Tuhan terjadi. Namun, tanpa mujizat pun, firman Tuhan sudahlah cukup untuk membuat kita takjub dan percaya kepada Tuhan Yesus.

 


Refleksi:

Hal terindah adalah saat kita takjub akan firman Tuhan serta mengalami kebenarannya.

 

Mzm. 5; Rat. 2:13-17; Kis. 13:1-12

Latest ARTICLE