13 March 2017 / Renungan Harian

Takut Kok Bahagia


media

Takut Kok Bahagia

Mazmur 128

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! (Mzm.128:1)

Mengapa orang yang takut akan Allah disebut berbahagia? Mengapa orang yang hidup menurut jalan-Nya juga disebut berbahagia? Apakah mereka sungguh bahagia? Takut kok malah disebut berbahagia?

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyatakan berbahagia sebagai suatu keadaan berbahagia. KBBI juga menyatakan berbahagia sebagai keadaan atau perasaan senang dan tenteram. Berbahagia lebih menyentuh perasaan ketimbang pikiran manusia. Banyak orang beranggapan, orang yang memiliki segala sesuatu pasti bahagia. Namun, menurut KBBI, orang tersebut belum tentu berbahagia. Ia bisa saja senang atas semua yang dimilikinya, tetapi apakah ia tenteram dengan jabatan tersebut? Jangan-jangan ia selalu khawatir kalau-kalau jabatan itu diambil darinya. Jelas ia tidak merasa tenteram.

Bagi Pemazmur setiap orang yang takut akan Tuhan adalah orang yang berbahagia. Mengapa? Karena Allah adalah pencipta, jalan terlogis ialah menjalani hidup ini seturut petunjuk-Nya. Takut akan Tuhan bukanlah takut akan hukuman, melainkan menyadari bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan sehingga rela mengikuti jalan-jalan-Nya. Tuhan adalah pencipta kita, masa kita tidak mau menuruti-Nya?

 


Refleksi:

Mengikuti kehendak Allah merupakan pilihan terlogis.

 

Mzm.128; Bil.21:4-9; Ibr.3:1-6

Latest ARTICLE