04 September 2017 / Renungan Harian

Tampak Hidup Padahal Mati


media

Tampak Hidup Padahal Mati

Wahyu 3:1-6

"Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satupun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku." (Why. 3:2) 

Pada umumnya gereja dikatakan berhasil ketika segala sesuatu tampak berjalan dengan baik. Pelayanannya berjalan lancar. Topik-topik khotbahnya menarik. Pelawatannya berjalan sesuai dengan jadwal. Rapat-rapat majelis jemaatnya berlangsung dengan efisien. Perayaan-perayaan hari raya gerejawinya meriah. Semua puas dengan berbagai pencapaian gereja. Namun, apakah semua yang dilakukan sudah berkenan bagi Tuhan atau tanpa disadari hanya memuaskan diri sendiri?

Tuhan mengecam jemaat Sardis yang tampaknya hidup tetapi sesungguhnya justru mati. Tampaknya apa yang mereka lakukan cuma berputar pada ritus atau tradisi keagamaan saja dan Tuhan tidak melihat satu pun yang dilakukan sempurna di mata-Nya. Kenyataannya sebagian besar dari mereka melakukan hal yang mencemarkan pakaian (ay. 4) atau mengotori diri dengan dosa. Hidup mereka tampak baik dan saleh, tetapi sesungguhnya tidak demikian. Firman Tuhan menegaskan bahwa jemaat harus segera bertobat.

Jemaat masa kini juga harus "menghidupkan" kesalehannya dalam kehidupan sehari-hari. Apa pun yang kita lakukan seharusnya semata-mata hanya untuk menyenangkan hati Tuhan, baik dilakukan di gereja maupun di kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kita menjadi jemaat yang hidup, bukan yang mati. 

 


Refleksi:

Jemaat yang hidup adalah jemaat yang menghidupkan imannya baik di gereja maupun di kehidupan sehari-hari.

 

Mzm. 17: 2Sam. 11:2-26; Why. 3:1-6

Latest ARTICLE