23 October 2018 / Renungan Harian

Teguh Dalam Pengharapan


media

Teguh Dalam Pengharapan
Ibrani 6:13-20

Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir. (Ibr. 6:19)

Helen Keller, seorang perempuan yang lahir di Alabama, Amerika pada tahun 1880. Pada saat berusia 19 bulan ia terserang penyakit yang menyebabkan ia buta dan tuli. Beruntung, pada saat Helen berusia 7 tahun, Anne Sullivan membantu orangtua Helen untuk mengajar Helen kecil. Buta dan tuli tidak menghentikan perjuangan dan cita-cita Helen untuk belajar bahkan sampai perguruan tinggi. Ia kuliah di Radcliffe College, cabang Universitas Harvard. Helen berhasil. Ia menjadi seorang dosen, aktivis politik, dan mendirikan yayasan untuk membantu anak-anak yang bisu dan tuli.

Tuhan selalu menepati janji-Nya. Namun dibutuhkan iman, kesetiaan dan daya juang yang kuat untuk dapat terus memercayai janji Allah, seperti dicontohkan oleh Abraham. Abraham sabar menantikan penggenapan janji Allah kepadanya. Abraham sabar menanti, walaupun proses yang ia lalui tidak mudah, ia harus menjalani situasi-situasi yang sulit. Namun Alkitab mencatat bahwa Allah benar-benar menepati janji-Nya kepada Abraham.

Kita adalah orang-orang yang percaya kepada Kristus. Iman percaya kita kepada Kristus membawa kita kepada pemenuhan janji Allah, mengalami berkat dan kehidupan yang kekal. Namun kita harus tetap setia dan sabar ketika kita diperhadapkan pada kesulitan dan perjuangan hidup di dunia ini. Beriman teguh kepada Tuhan dan percaya bahwa Ia selalu menepati janji-Nya.


DOA:
Berikanlah selalu kepada kami kekuatan-Mu ya Tuhan agar kami teguh dan kuat dalam pengharapan kami. Amin.

Mzm. 37:23-40; 1Sam. 10:17-25; Ibr. 6:13-20

Latest ARTICLE