28 June 2018 / Renungan Harian

Teguran Yang Membuahkan Pertobatan


media
Teguran Yang Membuahkan Pertobatan
2 Korintus 7:2-16
 
… namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat. (2Kor. 7:9)
Anda pernah ditegur orang lain? Bagaimana rasanya ditegur orang? Mungkin kita merasa tidak senang menerima teguran orang lain, apalagi kalau kita merasa sudah benar. Namun, sebagai orang yang sudah dewasa, kita dapat memanfaatkan teguran itu sebagai bagian dari introspeksi diri dan perbaikan diri.
Rasul Paulus pernah menegur jemaat Korintus karena kehidupan mereka yang tidak benar, misalnya, dalam hal perkawinan dan percabulan (1Kor. 5—6). Bagaimana reaksi jemaat Korintus ketika menerima teguran Paulus? Mereka berdukacita. Namun, syukurlah, teguran itu membuahkan pertobatan. Itu merupakan kesedihan atau dukacita yang sesuai dengan kehendak Allah karena kesedihan yang mereka alami itu membuahkan perubahan hidup atau pertobatan. Masalahnya, ada juga orang yang menanggapi teguran dengan bersedih hati lalu marah. Kesedihan seperti itu tidak membawa orang pada pertobatan (2Kor. 7:10).
Ketika dikritik, kita perlu bersikap dewasa. Bersikap dewasa artinya mau menerima dan mempertimbangkan kritik itu. Sebab siapa tahu, kritik dan teguran yang kita terima itu untuk kebaikan sehingga kita tidak terjerumus pada kesalahan atau dosa yang lebih dalam! Juga sebaliknya, saat kita melihat hal-hal yang tidak benar, beranilah menegur orang dengan niat yang baik dan dengan cara yang baik dan santun. Selamat ditegur dan menegur untuk kebaikan bersama!
 
DOA:
Tuhan, kami akan berusaha bersikap dewasa jika orang mau menegur, mengkritik, atau mengingatkan kami. Amin.
 
Mzm. 30; Rat. 1:16-22; 2Kor. 7:2-16

Latest ARTICLE