26 February 2017 / Renungan Harian

Tempat yang Tenang Bukan Tujuan


media

Tempat yang Tenang Bukan Tujuan

Matius 17:1-9

Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau..." (Mat.17:4)

 

Ada banyak tempat nyaman yang jauh dari hiruk pikuk. Puncak gunung adalah salah satunya. Indonesia memiliki Gunung Semeru yang keindahan puncaknya melegenda, yaitu Mahameru. Daya tariknya mengundang banyak orang datang sampai-sampai otoritas berwenang harus membatasi 1.000 orang saja yang diizinkan mendaki per harinya. Data itu menunjukkan bahwa banyak orang memang senang berada di tempat yang nyaman dan tenang.

Bukan hal yang berlebihan jika Petrus mengungkapkan betapa bahagianya ia berada di tempat dimana  Tuhan Yesus mengajak mereka malam itu. Berada di atas gunung dan menyaksikan pemandangan menakjubkan. Tuhan Yesus berubah rupa dalam cahaya keilahian. Hadir pula di tempat itu Musa dan Elia, para hamba Allah yang sudah dimuliakan. Petrus lalu ingin mendirikan kemah. "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia." Tentu Petrus ingin berlama-lama berada di tempat itu. Namun, Tuhan Yesus menolaknya. Ia kemudian mengajak para murid-Nya itu turun gunung.

Tuhan Yesus tidak terbuai dengan tempat yang tenang. Ia turun gunung dan berkarya meneruskan keramahtamahan Allah kepada dunia dalam realitas nyata. Sebagai murid Kristus, kita diajar bahwa kita bukanlah penikmat ketenangan semata. Menikmati ketenangan bukan tujuan keberadaan kita.

 


Doa:

Tuhan, tolonglah kami untuk lebih memilih berkarya bagi sesama daripada menyenangkan diri semata. Amin

 

Kel.24:12-18; Mzm.2; 2Ptr.1:16-21; Mat.17:1-9

Latest ARTICLE