15 October 2017 / Renungan Harian

Tiada Tepermanai


media

Tiada Tepermanai

Filipi 4:1-9

Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. (Flp. 4:7)

Apakah Anda mengetahui makna ungkapan "tiada tepermanai"? Ungkapan itu digunakan untuk menyebutkan sifat tiada terbilang atau tiada ternilai. Dalam nas hari ini, misalnya, kita dapat mengatakan bahwa damai sejahtera Allah itu tiada tepermanai.

Kita umumnya mengartikan damai sejahtera Allah dengan bentuk-bentuk yang dapat dimengerti oleh hati dan pikiran manusia. Namun, sesungguhnya, hati dan pikiran kita sungguh terbatas. Orang yang belum dipulihkan dari patah hati mungkin belum sanggup mencerna bagaimana rasanya bahagia kembali. Ketika orang masih memahami bahwa bumi itu datar, perjalanan mengelilingi bumi tampak sebagai sesuatu yang "melampaui akal".

Demikian pula halnya ketika kita memohon damai sejahtera dari Tuhan. Kita umumnya memohon hal-hal yang berada dalam batasan pemahaman dan pengetahuan kita. Kita kurang menyadari bahwa sesungguhnya ada begitu banyak hal yang melampaui akal kita dan bisa menjadi cara Tuhan menyatakan damai sejahteranya kepada kita.

Itulah sebabnya, dalam setiap doa permohonan kita, kita mengaminkan "jadilah kehendak-Mu!" Seberapa banyak pun yang kita harapkan dari Tuhan, ada lebih banyak lagi jalan dan cara Tuhan dalam menjawab doa kita. Sungguh tiada tepermanai cara Tuhan dalam menjawab doa kita dan menjaga kita agar tetap hidup di dalam kasih Kristus.

 


Doa:

Tuhan, terima kasih untuk damai sejahtera-Mu. Amin.

 

Yes. 25:1-9; Mzm. 23; Flp. 4:1-9; Mat. 22:1-14

Latest ARTICLE