11 March 2017 / Renungan Harian

Tidak Layak


media

Tidak Layak

Lukas 7:1-10

"...aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu." (Luk.7:7)

Kita tidak mengenal persis perwira tersebut. Lukas tidak merasa perlu memperkenalkan namanya kepada para pembaca kitabnya. Bisa jadi Lukas beranggapan bahwa sikap dan tindakan perwira itu lebih penting ketimbang namanya. Yang pasti, perwira Romawi yang tinggal di Kapernaum itu dikenal baik oleh orang-orang Yahudi. Beberapa tua-tua bangsa Yahudi bersaksi di hadapan Yesus, "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami" (Luk.7:4-5).

Menarik, ungkapan yang dipakai beberapa tua-tua itu: "Ia layak Engkau tolong." Ungkapan itu agaknya lahir dari pengenalan yang sungguh. Mereka menegaskan bahwa ia sungguh mengasihi orang Yahudi, dan kasihnya tak sekadar tutur sapa, tetapi juga menyangkut dompet. Yang menarik disimak, sang perwira itu tidak meminta tolong untuk kesembuhan dirinya sendiri, tetapi untuk kesembuhan hambanya. Di mata beberapa tua-tua Yahudi, perwira itu memang layak ditolong.

Namun, melalui utusannya, sang perwira mengirim pesan bahwa ia tak layak menerima Yesus di rumahnya. Meski begitu, ia percaya Yesus mampu menyembuhkan. "Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh", harapnya. Yesus menyembuhkan hamba perwira itu, perwira yang merasa tak layak menerima Yesus tetapi sungguh mempercayai-Nya.

 


Refleksi:

Layakkah kita di hadapan-Nya?

 

Mzm.121; Yes.51:4-8; Luk.7:1-10

Latest ARTICLE