25 February 2017 / Renungan Harian

Tidak Terburu-buru


media

Tidak Terburu-buru

Markus 9:9-13

...Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. (Mrk.9:9)

Seorang pemuda yang baru dibaptis dengan berapi-api menyatakan keinginannya untuk melayani Tuhan dengan jadi pendeta. Namun, semangat pemuda itu segera berubah menjadi protes kepada pemimpin gerejanya ketika ia diberitahu syarat menjadi pendeta. Untuk menjadi pendeta di gerejanya, seorang calon harus lulus studi dari sekolah teologi, lalu mengikuti pembinaan dan pelatihan kependetaan. Keinginan melayani Tuhan perlu dibarengi kesediaan untuk menjalani proses bersungguh-sungguh agar tidak sekadar sebuah kehebohan sesaat.

Petrus, Yakobus, dan Yohanes baru saja menyaksikan sebuah pemandangan luar biasa bersama Tuhan Yesus di sebuah gunung. Tuhan Yesus berubah rupa dalam cahaya keilahian dan bercakap-cakap dengan Elia dan Musa (ay.2-4). Namun, tatkala mereka turun, Tuhan Yesus segera berpesan agar mereka tidak menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat (ay.9). Ia sesungguhnya ingin mengajarkan agar murid-murid-Nya tidak tergesa-gesa dan heboh dalam kesaksiannya. Mereka harus belajar untuk bersabar sambil mencerna secara utuh pengalamannya bersama Tuhan itu.

Berbagai pengalaman, semangat, dan keinginan menyaksikan Kristus perlu untuk diolah dalam keheningan dan keutuhan supaya kesaksian itu bukan hanya sekadar berisi kehebohan, melainkan benar-benar menyaksikan Kristus yang utuh dan mencerahkan.

 


Doa:

Tuhan, berikan kami hikmat untuk mengolah setiap pengalaman. Amin

 

Mzm.2; 1Raj.21:20-29; Mrk.9:9-13

Latest ARTICLE