09 November 2017 / Renungan Harian

TUHAN, Tolonglah


media

TUHAN, Tolonglah!

Mazmur 70:1-6

Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku; ya TUHAN, janganlah lambat datang! (Mzm. 70:6)

Gereja bagai bahtera di laut yang seram
mengarahkan haluannya ke pantai seberang.
Mengamuklah samudera dan badai menderu;
gelombang zaman menghempas, yang sulit ditempuh.
Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih:
Betapa jauh, dimanakah labuhan abadi?
Tuhan, tolonglah! Tuhan, tolonglah!
Tanpa Dikau semua binasa kelak.
Ya Tuhan tolonglah!

Lagu "Gereja Bagai Bahtera" (NKB 111) itu mengingatkan kita pada pengalaman Pemazmur. Pemazmur sungguh-sungguh mengalami kebosanan menanti pertolongan Tuhan. Ia bukan hanya berseru satu kali tetapi berkali-kali. Ketidaksabaran Pemazmur tampak dalam doanya, "Ya Tuhan, janganlah lambat datang!" (ay. 6). Ini bukan karena Pemazmur tidak meyakini pertolongan Tuhan. Pemazmur justru sangat bergantung kepada Tuhan di tengah musuh yang hendak mencabut nyawanya.

Hidup kita pun bagai bahtera di sebuah lautan. Ada kalanya kita menjumpai laut yang seram. Bisa jadi seperti Pemazmur, kita tidak sabar dalam penantian kita, apalagi di kasus-kasus "gawat darurat". Dari Pemazmur yang terus menerus berseru di hadapan Tuhan, kita belajar untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Tiada kata lain yang patut kita serukan tanpa henti selain seruan, "Tuhan, tolonglah! Ya Tuhan tolonglah!"

 


Refleksi:

Dalam berbagai persoalan hidup, biarkan kita semakin dekat dan bergantung kepada Tuhan yang pasti memberikan pertolongan.

 

Mzm. 70; Am. 1:1 - 2:5; Why. 8:6 - 9:12

Latest ARTICLE