10 March 2018 / Renungan Harian

Tuhan Baik


media

Tuhan Baik
Mazmur 107:1-3

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. (Mzm. 107:1)

“Seperti mimpi, terlebih ketika mengingat masa-masa kritis beberapa bulan lalu. Stroke itu hampir membunuhku, tetapi Allah menyelamatkan jiwaku. Kendati tubuhku masih lemah, tetapi aku bersyukur. Terlebih hari ini, aku masih menikmati pertambahan usiaku. Tuhan baik.” Itulah ucapan syukur dari seorang rekan pendeta yang merasakan kasih Tuhan.

Ungkapan syukur atas kebaikan Tuhan juga dilakukan Pemazmur. Ia mengingat kasih, karya, dan kebaikan Tuhan kepada umat-Nya, Israel. Bangsa itu tak henti-hentinya mengalami cobaan dan pukulan. Setelah ditawan di Mesir, mereka kembali terbuang dan terserak ke berbagai penjuru. Bukan hanya di Babel, di Timur. Di bagian Barat, Utara, dan Selatan pun mereka terbuang. Namun, di tempat pembuangan, Allah selalu bersama dan menyertai mereka. Allah tetap menunjukkan kasih-Nya. Ia meluputkan mereka dari penderitaan akibat pembuangan. Kasih Allah itulah yang dilihat Pemazmur sehingga ia pun berkata “Tuhan itu baik!” Bahkan, kasih setia-Nya tetap ada untuk selamanya.

Apakah kita juga melihat kasih setia Tuhan ketika kita mengalami pergumulan berat yang mungkin sedang kita hadapi saat ini? Persoalan kita memang berbeda dari persoalan rekan pendeta di atas, juga berbeda dari persoalan yang dihadapi orang Israel saat itu, tetapi lihatlah! Kasih Allah tetap sama, baik kemarin, hari ini, maupun esok. “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”


 

REFLEKSI:

Melihat dan merasakan kasih Tuhan di tengah persoalan membuat kita tegar dan yakin bahwa persoalan kita tidak sebesar kasih Tuhan.

Mzm. 107:1-3, 17-22; Bil. 20:22-29; Yoh. 3:1-13

Latest ARTICLE