02 October 2017 / Renungan Harian

TUHAN Mendengar


media

TUHAN Mendengar

Mazmur 28

Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus. (Mzm. 28:2)

Sebagai seorang ayah, saya kadang membiarkan dahulu anak saya ketika ia sedang mengalami permasalahan. Namun, sikap itu bukanlah tanda abai atau lalai. Saya mendengar dan memahami kondisi anak saya, tetapi saya sengaja tidak bertindak lebih daulu demi kebaikan dia. Dalam situasi seperti itu, saya berharap ia bisa tetap percaya bahwa saya akan menolong pada waktunya.

Keyakinan seperti itulah yang dimiliki oleh Daud, sang pemazmur. Melakukan hal benar tidak otomatis menjamin dirinya terbebas dari masalah. Di sini, justru sebaliknya, masalah menghadang karena ia menjadi orang benar. Ingin rasanya berbagi dengan orang lain, tetapi tidak semua orang dapat memahami apa yang kita hadapi. Dalam situasi seperti itu, Daud datang kepada Tuhan.

Doa Daud dapat menjadi contoh doa ketika kita menghadapi masalah. Pertama, ia berseru kepada Tuhan. Meminta petunjuk Tuhan adalah tanda penyerahan diri dalam menghadapi masalah. Kedua, ia memohon agar dikuatkan sehingga tidak terseret dan mengikuti langkah yang jahat dalam mengatasi masalahnya. Ketiga, ia berpengharapan penuh kepada Tuhan. Seberat apa pun masalah yang kita hadapi, pengharapan memungkinkan kita menatap hidup dengan hati yang ikhlas. Marilah kita hadapi permasalahan kehidupan dengan penyerahan diri, penguatan Tuhan, dan pengharapan kepada Tuhan.

 


Doa:

Tuhan, dengarlah seruan kami, berikan kami kekuatan, dan biarlah kami terus berharap hanya kepada-Mu. Amin.

 

Mzm. 28; Hak. 14:1-20; Flp. 1:3-14

Latest ARTICLE