17 November 2017 / Renungan Harian

TUHAN Murka


media

TUHAN Murka

Yehezkiel 7:1-9

"Aku tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan; selaras dengan tingkah lakumu akan Kubalaskan kepadamu dan perbuatan-perbuatanm yang keji akan tertimpa atasmu." (Yeh. 7:9)

Seorang ibu menceritakan kemarahannya kepada anaknya. "Dia menjual perhiasan saya secara diam-diam. Di malam hari, dia mengambil TV dan menjualnya. Belum lagi uang di lemari yang diambilnya sedikit demi sedikit. Dia juga banyak berbohong kepada saya. Saya tidak tahan lagi!" serunya sambil menangis. Anaknya kecanduan narkoba. Sang ibu terpaksa melaporkan anaknya ke polisi. Ia merasa kecewa dan marah.

Yehezkiel pasal 7 ini adalah klimaks dari pasal 4-6. Allah yang sesungguhnya sangat menyayangi Israel kini murka kepada Israel. Pasal ini dimulai dengan empat nubuat pendek tentang bencana yang akan dialami oleh Israel, khususnya di Yerusalem. Intinya, Yerusalem akan hancur. "Aku akan membalaskan kepadamu selaras dengan tingkah lakumu..." (Yeh. 7:4). Yehezkiel menubuatkan hukuman yang akan dialami oleh mereka yang tinggal di dalam negeri tersebut.

Allah tegas dan marah terhadap dosa kita. Sekalipun fokus kita seharusnya bukan pada hukuman Allah sehingga kita menjadi takut karenanya, tetapi nubuat Yehezkiel mengingatkan kita bahwa Allah kita bukanlah Allah yang dapat dipermainkan. Ia adalah Allah yang penuh kasih, tetapi Ia juga Allah yang murka terhadap dosa dan pelanggaran kita. Allah mau agar umat-Nya mengasihi-Nya dengan menaati firman-Nya. Dengan demikian, kita menjauhkan diri dari murka Allah.

 


Refleksi:

Keseriusan Tuhan terhadap dosa kita sejalan dengan keseriusan Tuhan mengasihi kita tanpa batas.

 

Mzm. 90:1-8[9-11] 12; Yeh. 7:1-9; Why. 16:8-21

Latest ARTICLE