28 February 2017 / Renungan Harian

TUHAN Tidak Ada Di Sana!


media

TUHAN Tidak Ada Di Sana!

1 Raja-raja 19:9-18

Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa. (1Raj.19:12)

Dalam kondisi sulit, manusia akan bertanya di mana Allah? Phillip Yancey menulis buku yang judulnya amat menarik: Where Is God When It Hurts? (Di Manakah Allah ketika saya terluka dan kesakitan?). Judul buku itu seolah mewakili perasaan kebanyakan orang tatkala sedang berada dalam situasi sulit. Pertanyaan itu lebih merupakan gugatan terhadap kepedulian dan pertolongan Allah yang sulit dilihat tatkala seseorang berada dalam kesulitan.

Nabi Elia pun pernah mengalami situasi sulit yang membuatnya sedemikian takut dan putus asa. Elia menghadapi ancaman dari Izebel, istri Raja Ahab yang murka karena nabi-nabinya dibunuh Elia. Dalam situasi seperti itu, Elia tentu mengharapkan kehadiran Tuhan yang telah dilayaninya dengan kerja keras (ay.10, 14). Namun, dalam berbagai kedahsyatan seperti angin besar, gempa, maupun api, Tuhan tidak ada di sana! (ay.11-12). Justru, di dalam angin sepoi-sepoi, Allah hadir (ay.12-13). Elia tampaknya terlalu terfokus pada keinginannya agar Allah hadir dalam kedahsyatan. Tatkala Allah tidak hadir dalam kedahsyatan itu, Elia pun seolah merasa Allah tidak hadir dalam kesulitannya. Namun, ternyata Allah terus hadir; hanya saja kehadiran-Nya tidak selalu dalam kedahsyatan, tetapi juga dalam kelemahlembutan.

Dalam situasi sulit, kita sering sulit melihat kehadiran Allah. Kesulitan itu terjadi karena kita terlalu fokus pada harapan akan hal-hal yang spektakuler dan dahsyat saja.

 


Doa:

Ya Allah, tolonglah kami agar kami makin peka terhadap kehadiran-Mu, terutama di tengah kesusahan. Amin

 

Mzm.78:17-20, 52-55;1Raj.19:9-18; Rm.11:1-6

Latest ARTICLE