12 July 2018 / Renungan Harian

Tuhanlah Yang Menuntun Umat-Nya


media
Tuhanlah Yang Menuntun Umat-Nya
Amos 2:6-16
 
Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun …. (Am. 2:10)
Dalam bahasa Yunani, gereja itu terjemahan dari kata ekklesia. Secara harafiah berarti “dipanggil keluar.” Kita dipanggil untuk bersekutu dengan Tuhan dan kemudian Tuhan yang memanggil itu mengutus kita keluar dan membagi kasih kepada sesama. Itulah arti gereja.
Perilaku hidup orang Israel pada masa nabi Amos dijelaskan dalam bacaan kita dengan sangat jelas, yakni: mereka memperlakukan orang lemah dengan semena-mena; kekayaan yang mereka miliki digunakan untuk memperjual-belikan keadilan; anak dan orangtua tidak lagi melihat seksualitas sebagai sesuatu yang sakral; kemabukan dan pesta pora sesuatu yang biasa mereka lakukan. Menurut nabi Amos, tindakan dan perilaku mereka sangat merusak kekudusan Tuhan (ay. 7). Dengan perilaku buruk itu, sesungguhnya mereka telah melupakan Tuhan. Padahal Tuhan menuntun mereka keluar dari kehidupan lama, yakni perbudakan dan ketidakadilan di Mesir dan membawa mereka memasuki kehidupan baru yang lebih sejahtera. Namun ternyata, umat-Nya tetap berperilaku buruk, melupakan Tuhan dan mengabaikan kehendak-Nya.
Hidup menurut kehendak sendiri berarti melupakan Tuhan yang memelihara hidup. Sebaliknya, hidup yang tidak semena-mena kepada orang kecil, menyatakan keadilan, memelihara kekudusan seksualitas, itu adalah tugas panggilan gereja, panggilan kita, saya dan saudara.

REFLEKSI:
Mengingat Tuhan berarti hidup dengan menghargai manusia dan melakukan kebaikan; kehidupan sebaliknya berarti melupakan Tuhan.
 
Mzm. 85:9-14; Am. 2:6-16; Kol. 2:1-5

Latest ARTICLE