21 July 2018 / Renungan Harian

Ungkapan Peduli


media
Ungkapan Peduli
Lukas 18:35-43
 
Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” (Luk. 18:41)
“Selamat siang Bapak atau Ibu, ada yang bisa saya bantu?” Begitu kalimat yang terkadang kita dengar di ujung telepon saat kita menghubungi kantor pelayanan masyarakat. Tentu kalimat yang kita dengar itu sangat menyejukkan bagi kita yang mendengar dan sedang membutuhkan bantuan.
Jauh sebelum pelayan masyarakat mengucapkan formula kalimat di atas sebagai tanda kesediaan untuk membantu, Yesus telah mengungkapkan kepedulian dan kesediaan-Nya untuk membantu. Kata-Nya kepada orang buta yang berseru memanggil nama-Nya, “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Yesus peduli dan merasakan penderitaan orang buta itu yang sudah berkali-kali berseru memanggil Yesus. Mendengar kata-kata Yesus itu, dengan cepat dan spontan orang buta itu pun menyahut katanya, “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Permintaan orang buta itu dikabulkan Yesus. Dengan kuasa-Nya yang besar, Ia pun mencelikkan mata orang buta itu.
Kata-kata simpati yang menyatakan kepedulian selalu enak dan sedap didengar. Ia menjadi sebuah ungkapan yang dirindukan saat kita membutuhkan pertolongan. Seperti Yesus yang peduli kepada orang buta di atas, Yesus pun sangat peduli kepada kita. Saat kita mengalami pergumulan dan berseru kepada-Nya, Ia pun berkata kepada kita, “Apa yang dapat Kulakukan untukmu, anak-Ku?”

REFLEKSI:
Hidup adalah melakukan apa yang dilakukan Allah.
 
Mzm. 23; Yer. 12:1-13; Luk. 18:35-43

Latest ARTICLE