07 April 2017 / Renungan Harian

Untung atau Rugi


media

Untung atau Rugi

Filipi 1:21-30

Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. (Flp. 1:22)

Jika diminta untuk memilih mendapatkan keuntungan atau kerugian, tentu kita akan dengan tegas memilih keuntungan. Apa enaknya merugi? Dalam dunia usaha, kerugian merupakan risiko sehingga banyak orang berupaya keras untuk menghindarinya. Bagaimana dengan mengikut Kristus, apakah itu sebuah kerugian atau keuntungan?

Bagi Paulus, hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Meski terasa sulit untuk memilih, Paulus ingin agar apa yang dilakukannya berbuahkan hasil yang baik. Bahkan bukan hanya itu saja, ia ingin hidup jemaat Filipi berpadanan dengan injil Kristus. Dengan kata lain, demi kehidupan dan perkembangan jemaat, Paulus lebih memilih hidup daripada mati. Melalui hidup kita, Kristus disaksikan. Iman bertumbuh dalam penderitaan dan Paulus ingin agar iman jemaat dapat berbuah meski harus didera berbagai pencobaan (ay.29-30). Paulus menjadikan dirinya sebagai teladan yang hidup. Ia membaktikan seluruh karyanya bagi Kristus yang telah mati dan yang telah mengubahkan jati dirinya.

Karya Allah di kayu salib adalah kerugian dan kebinasaan bagi mereka yang tidak mengerti makna penderitaan. Sebaliknya, salib merupakan lambang keselamatan. Teladan Tuhan adalah panggilan bagi orang percaya untuk ikut melakukan karya penyelamatan bagi dunia. Jika Tuhan saja tidak menganggapnya sebagai kerugian, masa kita masih memikirkan untung dan rugi ketika hendak meneladani jejak-Nya?

 


Doa:

Bapa, buatlah hidup dan karya kami di bumi ini berbuahkan kebajikan yang dapat dirasakan semua ciptaan-Mu. Amin.

 

Mzm. 31:10-17; Ayb. 13:13-19; Flp. 1:21-30

Latest ARTICLE