11 May 2017 / Renungan Harian

Wajah Malaikat


media

Wajah Malaikat

Kisah Para Rasul 6:8-15

Semua orang yang duduk dalam sidang Mahkamah Agama itu menatap Stefanus, lalu mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat. (Kis. 6:15)

Apa reaksi yang muncul ketika seseorang dicaci maki, dimusuhi oleh banyak orang, bahkan disergap dan diseret ke pengadilan meskipun ia tidak melakukan kesalahan apa pun? Reaksi umumnya adalah kaget, heran, dan marah. Seandainya ia takut mengungkapkan perasaan-perasaan itu, semua itu akan tetap tergambar dalam raut wajahnya.

Namun, Stefanus berbeda. Ketika Stefanus mengalami semua itu, ia tidak marah. Orang-orang yang melakukan gerakan memusuhi Stefanus serta menyeretnya ke hadapan Mahkamah Agama justru melihat muka Stefanus sama seperti "muka malaikat". Tidak ada sedikitpun kemasaman bahkan kemurkaan terbersit di wajahnya meskipun yang dialaminya betul-betul sangat menyakitkan. Pertanyaannya, "Mengapa Stefanus dapat melakukan semua itu?" Ayat 8 menyebutkan bahwa ia adalah orang yang penuh dengan kasih karunia dan kuasa. Ia juga penuh dengan iman dan Roh Kudus (ay.5). Semua itulah yang membuat wajah Stefanus tampak seperti wajah malaikat. Stefanus mampu mengendalikan diri. Ia memilih untuk membiarkan dirinya dikuasai oleh Roh Kudus dan kasih karunia Tuhan.

Pertanyaannya, bagaimana dengan kita ketika menghadapi masalah seperti Stefanus? Kiranya kita pun membiasakan diri kita untuk dikuasai Roh Kudus dan kasih karunia Allah. Jangan biarkan diri kita dikuasai oleh emosi kita.

 


Refleksi:

Penampakan luar adalah cermin dari apa yang ada di dalam diri kita.

 

Mzm. 31:2-6, 16-17; Kej. 12:1-3; Kis. 6:8-15

Latest ARTICLE