14 May 2019 / Renungan Harian

YANG BERKUASA DAN YANG ADIL


media

YANG BERKUASA DAN YANG ADIL
Yehezkiel 45:1-9

“Cukuplah itu, hai raja-raja Israel, jauhkanlah kekerasan dan aniaya, tetapi lakukanlah keadilan dan kebenaran; hentikanlah kekerasanmu yang mengusir umat-Ku dari tanah miliknya ….” (Yeh. 45:9)

Yehezkiel pasal 45 berbicara tentang pembagian tanah Israel. Tanah pusaka tersebut harus dibagikan kepada para imam, kemudian orang-orang Lewi, lalu kepada rakyat. Tidak ketinggalan, ada pula tanah yang diperuntukkan bagi para raja. Mereka pun mendapat berkat dari Tuhan.

Yang menarik, pemberian tanah kepada para raja ini bertujuan supaya mereka tidak menindas rakyat (ay. 8). Bahkan, Tuhan menegaskan bahwa mereka tidak boleh melakukan “kekerasan dan aniaya” kepada rakyat, tetapi harus memberlakukan “keadilan dan kebenaran” (ay. 9).

Menjadi orang yang berkuasa tidak memberikan kita hak untuk menindas orang-orang yang berada di bawah kekuasaan kita, misalnya anak-anak, pembantu rumah tangga, sopir, pegawai atau karyawan, jemaat, rakyat dan seterusnya.

Tuhan memberkati semua orang, juga orang yang berkuasa (raja), bukan hanya orang-orang yang tidak berdaya seperti imam dan orang-orang Lewi (yang tidak memiliki pekerjaan berpenghasilan tetap). Tuhan tidak pernah pilih kasih. Namun, berkat Tuhan senantiasa berarti tanggung jawab pada diri pihak yang mendapat berkat, agar menyalurkan berkat Tuhan itu kepada orang-orang di sekitarnya, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Ucapan syukur kepada Tuhan atas berkat yang diterima, kita buktikan dengan menyalurkan berkat Tuhan itu kepada sesama.

REFLEKSI:

Semakin besar berkat yang diberikan Tuhan kepada kita, maka semakin besar pula tanggung jawab kita untuk memberi berkat.

Mzm. 100; Yeh. 45:1-9; Kis. 9:32-35

Latest ARTICLE