11 April 2017 / Renungan Harian

Yang Lemah yang Kuat


media

Yang Lemah yang Kuat

1 Korintus 1:18-31

Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. (1Kor. 1:25)

Kita sering beranggapan bahwa penderitaan disebabkan oleh dosa. Ketika seseorang tertimpa bencana alam atau penyakit yang tak kunjung sembuh, kita beranggapan bahwa hal itu terjadi karena dosa-dosanya. Padahal, anggapan itu tidak selalu benar.

Allah adalah kasih adanya sehingga Ia rela menderita untuk kita. Cara yang ditempuh-Nya memang melampaui hikmat dan pikiran manusia. Orang Yahudi menganggap Salib sebagai batu sandungan, sedangkan orang bukan Yahudi menilainya sebagai kebodohan (ay.23). Mereka bertumpu pada pemikiran manusia yang terbatas, sementara Allah berkarya melampaui pikiran manusia. Namun, bukan berarti manusia tidak dapat memahaminya. Paulus menyebut pemberitaan tentang Salib itu sebagai kekuatan Allah (ay.18), kekuatan yang menebus manusia. Dengan demikian, kita bukan dibenarkan oleh hikmat dan kepintaran yang kita miliki, melainkan hanya oleh anugerah Allah. Paulus mengingatkan jemaat Korintus untuk tidak saling memegahkan diri sehingga timbul perpecahan (ay.29). Di dalam Allah, semua orang sama, sama-sama bermegah oleh karena kasih dan anugerah-Nya.

Apa yang hina menurut manusia ternyata bisa menjadi hal yang mulia bagi Allah. Penderitaan dapat dipakai Allah untuk menyatakan kasih-Nya yang tak terselami akal manusia.

 


Doa:

Tuhan, hindarkan kami dari sikap memegahkan diri atas orang lain dan buatlah kami mengerti akan dalamnya kasih-Mu. Amin.

 

Yes. 49:1-7; Mzm. 71:1-14; 1Kor. 1:18-31; Yoh. 12:20-36

Latest ARTICLE