01 June 2018 / Renungan Harian

Yang Selalu Dinantikan: Beristirahat


media
Yang Selalu Dinantikan: Beristirahat
Imamat 23:1-8

Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, yakni hari pertemuan kudus ….” (Im. 23:3)
Siapa yang tidak senang dengan hari libur? Semua orang yang bekerja selalu bersukacita bila ada hari libur. Karena, di hari libur itulah orang tidak bekerja alias beristirahat. Sebetulnya berlibur atau beristirahat dari pekerjaan adalah juga kehendak Tuhan.
Tuhan menciptakan manusia untuk bekerja, tetapi ada saatnya manusia beristirahat, yaitu di hari Sabat. Sabat artinya beristirahat atau berhenti dari pekerjaan. Hari Sabat adalah hari ketujuh atau hari Sabtu. Sesuai dengan hukum Tuhan ke-4, enam hari lamanya manusia bekerja, tetapi hari ketujuh manusia beristirahat (Kel. 20:8-11). Hal itu mengikuti cara Tuhan: enam hari Tuhan bekerja menciptakan dunia dan isinya, lalu hari ketujuh Tuhan beristirahat dan memberi berkat-Nya (Kej. 2:1-3). Itulah dasarnya manusia mempunyai hak untuk beristirahat. Beristirahat bukan santai tanpa guna, tetapi beristirahat untuk beribadah kepada Tuhan. Sekarang umat Kristen beribadah pada hari Minggu atau hari pertama. Mengapa? Setelah Tuhan Yesus bangkit pada hari Minggu, murid-murid dan umat Kristen perdana mengenang dan merayakan kebangkitan Tuhan Yesus di setiap hari Minggu. Akhirnya hari Minggu menjadi hari ibadah umat Kristen.
Di hari Minggu kita mendapatkan kelegaan karena dapat beristirahat dan beribadah kepada Tuhan. Di hari Minggu itulah kita diingatkan bahwa kita bukan budak kerja, melainkan ciptaan Allah yang dikasihi-Nya.


DOA:
Tuhan, kami bersyukur karena Engkau memberikan kami waktu istirahat agar kami makin merasakan kasih-Mu. Amin.

Mzm. 81:2-11; Im. 23:1-8; Rm. 8:31-39

Latest ARTICLE