25 October 2017 / Renungan Harian

YESUS Pun Taat Pajak


media

YESUS Pun Taat Pajak

Matius 17:24-27

"Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka... Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga." (Mat. 17:27)

Taatkah Anda membayar pajak? Dalam masyarakat demokratis, membayar pajak merupakan bentuk kesadaran bersama untuk membiayai hidup bernegara. Dengan pajak, fasilitas publik dan layanan masyarakat dibiayai oleh seluruh rakyat. Memang, dalam praktiknya masih banyak ketidaksempurnaan dan penyalahgunaan. Kita mengeluhkan praktik korupsi yang merajalela di banyak instansi dan hasil pajak yang belum dirasakan merata di seluruh bumi Nusantara.

Ketika Tuhan Yesus dan murid-murid-Nya ditagih oleh pemungut bea Bait Allah, sesungguhnya Ia berhak untuk menolak pungutan tersebut. Argumennya adalah karena Yesus dan murid-murid-Nya adalah warga dari Kerajaan Allah. Mereka seharusnya dibebaskan dari pungutan tersebut.

"Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka..." Sekalipun Tuhan Yesus bisa berargumen untuk mengelak membayar pajak tersebut, Ia menyadari bahwa tindakan tersebut dapat menjadi batu sandungan. Jadi, Ia bersedia membayar bea Bait Allah untuk diri-Nya dan murid-murid-Nya. Menarik bahwa di ayat 24-25 kita menemukan bahwa Tuhan Yesus membayar bea tersebut lebih dulu, baru kemudian Ia melontarkan kritik-Nya.

Ada 1001 alasan ketidakpuasan yang bisa kita ajukan untuk mengelak membayar tanggung jawab bersama kita. Namun, seperti Yesus, bayarlah terlebih dahulu tanggung jawab kita, baru kemukakan ketidakpuasan itu. Mari taat pajak!

 


Doa:

Tuhan, kami bersedia memenuhi tanggung jawab bersama kami sebagai warga negara yang baik. Amin.

 

Mzm. 98; Dan. 6:2-29; Mat. 17:22-27

Latest ARTICLE