18 March 2018 / Renungan Harian

Yesus Teladan Sejati


media

Yesus Teladan Sejati
Yohanes 12:20-33

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” (Yoh. 12:24)

“Masalah ada untuk dihadapi.” Ungkapan itu kerap kita dengar. Namun, tidak semua orang bisa melakukannya. Ada orang yang memilih untuk lari dari masalah. Padahal, masalah dapat menjadi ujian yang mendewasakan.

Yesus adalah teladan yang sempurna bagi kita. Yesus tahu masalah yang sedang dihadapi-Nya. Ia akan ditangkap dan disalibkan. Namun, Yesus menanggapi hal itu dengan penuh penyerahan diri ke dalam rencana Allah, Bapa yang mengutus-Nya. Yesus melihat bahwa kematian-Nya adalah kesempatan untuk menghasilkan buah, yaitu keselamatan umat manusia dan dunia. Ibarat biji gandum, kalau tidak jatuh dan mati, ia tetap satu biji saja. Namun, jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Begitulah Yesus memaknai tantangan kematian yang menghadang-Nya. Dengan pemaknaan itu, Yesus melangkah menghadapi kenyataan yang mesti dijalani-Nya. Ia pun mengajar para murid agar mereka berani menghadapi tantangan dan tidak menghindar dari persoalan serta belajar meneladani-Nya.

Dalam iman kepada Yesus, ungkapan “masalah ada untuk dihadapi” menemukan pembenaran dan penghayatan baru, yaitu sebagai sebuah sikap meneladani Kristus. Dengan penghayatan ini, kita sebagai orang percaya dapat bertumbuh dewasa dalam setiap masalah dan tantangan yang dihadapi sebab kita belajar dari Yesus, teladan hidup yang sejati.


 

REFLEKSI:
Yesus tidak hanya meninggalkan sekumpulan kata-kata bijak, tetapi juga kata-kata yang hidup dalam keteladanan tindakan-Nya.

Yer. 31:31-34; Mzm. 51:3-14; Ibr. 5:5-10; Yoh. 12:20-33