20 March 2021 / Renungan Harian

AKU TIDAK SELALU ADA PADA KAMU


media

Yohanes 12:1-11

“Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.” (Yoh. 12:8)

Lazarus telah dibangkitkan oleh Tuhan dari kematian. Maka Marta dan Maria, saudara perempuan Lazarus, sangat berutang budi pada Tuhan. Suatu kali, ketika Yesus datang lagi ke Betania, Maria mengungkapkan rasa syukurnya pada Tuhan dengan menuangkan minyak wangi yang sangat mahal pada kaki-Nya dan menyeka kaki-Nya dengan rambutnya. Perbuatan Maria menimbulkan protes dari Yudas Iskariot yang tidak setuju, lalu mengusulkan agar uang pembeli minyak wangi itu diberikan kepada orang miskin. Yohanes memberi catatan tentang Yudas yang korup, sehingga ketulusan hatinya yang mau peduli pada orang miskin sangat diragukan.

Tuhan sebaliknya, memuji sikap Maria yang sudah mengingatkan hari kematian-Nya. Dia juga berkata bahwa orang miskin selalu ada pada mereka, tetapi Dia tidak selalu ada pada mereka. Ini bukan berarti Yesus tak peduli pada orang miskin. Yang ditekankan ialah prioritas. Kesempatan Tuhan bersama para murid-Nya di dunia hanya tinggal sebentar lagi. Maria dengan bijak memakai kesempatan itu untuk menyatakan rasa syukurnya pada Tuhan. Kesempatan itu tidak pernah datang lagi.

Belajar dari Maria, kita pun harus bijak memakai kesempatan yang ada, terutama untuk menyatakan kasih kepada orang yang kita kasihi. Kesempatan yang dilewatkan mungkin tidak akan pernah datang lagi untuk selamanya!

REFLEKSI:

Selagi masih ada kesempatan, baiklah kita melakukan kebaikan kepada sesama kita.

Mzm. 51:1-14; Hab. 3:2-13; Yoh. 12:1-11

Latest ARTICLE