">


05 January 2020 / Renungan Harian

ALLAH MENDEKAT KEPADA MANUSIA


media

Yohanes 1:1-9, 10-18

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. (Yoh. 1:14)

 

Allah kok jauh ya dari kita? Mungkin gak ya kita berjumpa dengan Allah? Pertanyaan ini mungkin pernah terlintas di benak kita. Kita membayangkan Allah berada sangat jauh di surga, terpisah dengan manusia yang berada di bumi.

Hari ini adalah perayaan Epifani. Makna harafiah dari epifani adalah penampakan Allah. Injil Yohanes bersaksi, “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Melalui kesaksian ini, Yohanes mengatakan bahwa Allah ingin mendekat kepada manusia. Allah tidak lagi jauh di surga sana, melainkan diam bersama manusia. Kata diam berarti juga tinggal. Ini hendak menegaskan bahwa Allah ada dan ikut serta dalam setiap pergumulan hidup manusia. Allah tidak hanya berdiam dan memerintah di surga, melainkan Ia turun ke dunia dan menjadi sama dengan manusia. Ia merasakan setiap perasaan manusia, bahkan berlaku seperti manusia. Hanya saja Ia tidak melakukan dosa.

Allah yang jauh itu mendekat kepada manusia. Dia ingin agar manusia dapat merasakan kehadiran-Nya yang nyata. Kasih, pengampunan, pemulihan dan berkat-Nya begitu kasat mata. Dengan demikian, relasi Allah dengan manusia dapat terasa lebih hangat dan dekat. Inilah bukti bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia, dan bahkan, Ia pun mau menjadi manusia dan bergumul bersama manusia.

REFLEKSI: Allah mendekat kepada manusia sebagai bukti bahwa Allah memang tidak pernah meninggalkan manusia.

Yer. 31:7-14; Mzm 147:12-20; Ef. 1:3-14; Yoh. 1:(1-9), 10-18

Latest ARTICLE