18 May 2021 / Renungan Harian

BERKAT ATAU KUTUK


media

Titus 1:1-9

... kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. (Tit. 1:4)

Ada sebuah kebiasaan unik yang dimiliki dan dilakukan oleh salah satu suku di kepulauan Solomon, yakni memaki-maki pohon. Mereka melakukannya dengan sengaja. Mereka memercayai bahwa pohon yang dimaki-maki secara terus-menerus akan menjadi lemah dan mati sehingga mudah untuk ditebang. Bagi kita, hal ini mungkin terlihat aneh, tidak masuk akal, tetapi begitulah kepercayaan mereka. Tradisi ini telah dilakukan selama ratusan tahun.

Rasul Paulus menulis surat kepada Titus, yang disebutnya sebagai anak. Dalam suratnya itu, Paulus menyampaikan kata-kata berkat bagi Titus. Kata-kata berkat Paulus itu manis, menguatkan dan meneduhkan hati. Kita pun akan dapat merasakan penguatan dan peneguhan dari kata-kata Paulus, ketika kita membaca dan menghayati kata-katanya itu.

Adalah sebuah pilihan untuk menggunakan lidah dan bibir kita, apakah mengucapkan berkat atau kutuk. Hal baik diteladankan oleh Paulus dalam kata-katanya kepada Titus. Dari Paulus, kita belajar untuk bijak menggunakan bibir dan lidah kita. Jangan sampai karena lidah dan bibir kita; akibat perkataan kita, orang-orang menjadi terluka hatinya. Mungkin niat kita baik, misalnya ingin menasihati. Namun, ketika perkataan kita tidak tepat, perkataan yang kita ucapkan bukannya menjadi berkat, tetapi kutuk, dalam arti melukai dan mematahkan hati. Kiranya Roh Kudus memampukan kita untuk mengucapkan kata-kata yang baik; kata-kata yang memberkati.

REFLEKSI:

Tuntunan Roh Kudus menjadikan kita bijaksana dan memampukan kita menjadi pembawa berkat di mana pun dan bagi siapa pun.

Mzm. 115; Bil. 8:5-22; Tit. 1:1-9

Latest ARTICLE