27 March 2021 / Renungan Harian

BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN, SEBAB IA BAIK


media

Yeremia 33:10-16

“Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya! ....” (Yer. 33:11)

Semua agama menawarkan janji yang indah dan manis kepada pengikutnya. Jika kamu “berbuat baik” maka kamu akan diberkati oleh dewa anu atau ilah anu. Iman Kristen tidak begitu! Yahweh, Allah Israel, pada dasarnya adalah Allah yang baik. Sebelum kita mampu melakukan kebaikan, Ia sudah melimpahkan berkat dan kasih-Nya kepada kita.

Karena itu, kita selalu mendengar umat-Nya berseru, “Bersyukurlah kepada Tuhan semesta alam, sebab Tuhan itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Tuhan tidak pernah melupakan umat-Nya, bahkan ketika mereka terimpit oleh dosa dan kesalahannya. Atau ketika kita mengalami berbagai masalah. Kasih Tuhan kepada umat-Nya tidak bersyarat. Unconditional! Kita berbuat baik, bukan supaya kita dikasihi dan diberkati oleh Tuhan. Tetapi, kita berbuat baik karena sudah dikasihi dan diberkati-Nya. Perbuatan baik kita ialah buah iman; sebagai ungkapan syukur atas berkat dan kasih-Nya yang tidak terhingga.

Ini sungguh kontras dengan tawaran agama-agama lain yang memandang kasih dan berkat dewa-dewi mereka dengan berbagai syarat. Jika kamu berpuasa, jika kamu berbuat amal, dan banyak “jika” lain sebagai syarat, yang sulit dipenuhi oleh manusia. Tidak mengherankan jika umat Israel dan umat Kristen selalu merasa bersyukur sudah mengenal Allah yang disembahnya. Dia memang lain. Tidak ada yang seperti Dia!

REFLEKSI:

Allah mengasihi umat-Nya seperti seorang bapa menyayangi anak-anaknya.

Mzm. 118:1-2, 19-29; Yer. 33:10-16; Mrk. 10:32-34, 46-52

Latest ARTICLE