10 May 2021 / Renungan Harian

JANGAN PISAHKAN


media

1 Timotius 6:11-12

Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan. (1Tim. 6:11)

Ada orang yang berkata, “Minggu depan saya tidak pergi ke gereja, mau hidup duniawi dulu.” Perkataan itu mengisyaratkan bahwa sebagian orang memisahkan antara kehidupan peribadahan dan kehidupan sehari-hari. Pemisahan ini mengandaikan orang harus hidup kudus ketika di gereja, namun bisa sesuka hati ketika di luar gereja.

Kata dikaiosune (bhs. Yunani), diterjemahkan oleh LAI sebagai ‘keadilan.’ Namun, arti yang lebih tepat untuk dikaiosune sebenarnya adalah ‘kebenaran moral’ atau ‘kebenaran yang relevan.’ Paulus mengajarkan bahwa kebenaran itu harus dikejar, sejalan dengan ibadah. Paulus menggunakan kata dikaiosune ini, ketika mengirimkan surat pada anak rohaninya, Timotius. Maksud Paulus ialah bahwa hidup ini bukan hanya perkara ritual peribadahan, akan tetapi mengejar atau mengusahakan kebenaran. Ibadah haruslah berjalan beriringan dengan kehidupan sehari-hari.

Pemisahan antara ibadah dan hidup sehari-hari bisa berakibat terjadinya pembenaran-pembenaran akan kesalahan yang dilakukan. Tidaklah demikian. Kebenaran harus diutamakan, kapan pun dan di mana pun. Kebenaran bukan hanya terjadi dalam ruang ibadah atau gereja, namun harus tercermin dalam sikap dan perilaku hidup sehari-hari. Lagi pula, bukankah hidup kita seluruhnya adalah ibadah? Ketika kita dapat tetap hidup baik meski di luar gereja, sesungguhnya kita sedang menggapai kebenaran itu!

REFLEKSI:

Keseluruhan hidup kita adalah ibadah kepada Tuhan.

Mzm. 93; Ul. 7:1-11; 1Tim. 6:11-12

Latest ARTICLE