30 April 2021 / Renungan Harian

KARUNIA ALLAH TAK DAPAT DIBELI


media

Kisah Para Rasul 8:9-25

Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. (Kis. 8:13)

Ada satu kutipan dari George Lorimer, seorang jurnalis abad ke-19 dari Amerika: “Adalah baik untuk memiliki uang dan segala hal yang dapat dibeli dengan uang, tetapi adalah juga baik, untuk terkadang mengecek dan memastikan bahwa engkau tidak kehilangan hal-hal yang tak dapat dibeli dengan uang.”

Simon adalah seorang penyihir terkenal di Samaria. Ia bertobat setelah mendengar Filipus memberitakan kerajaan Allah. Ia percaya, dibaptis, dan mengikuti Filipus. Namun, ia belum memahami makna kerajaan Allah baginya. Yang ada dalam pikirannya adalah uang yang didapat ketika melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia hendak membayar Petrus dan Yohanes agar dapat membuatnya memiliki kuasa saat menumpangkan tangan. Simon salah mengerti makna dari karunia Allah. Ia berpikir bahwa karunia Allah itu adalah hal menakjubkan yang dapat dibeli dengan uang. Jika ia mendapat kuasa dalam penumpangan tangan, maka ia membayangkan uang yang dapat ia terima dari orang-orang yang takjub kepadanya. Pemikirannya itu mendapat teguran dari Petrus yang membuat Simon menjadi takut.

Ada hal-hal yang dapat dibeli dengan uang. Namun, hal-hal yang berharga dalam hidup ini justru adalah hal-hal yang tak dapat dibeli dengan uang. Karunia Allah adalah pemberian Allah. Anugerah. Tak dapat dibeli dengan apa pun. Diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang berkenan kepadanya. Pastikan Anda memiliki hal itu.

DOA:

Tuhan, ajar kami menghargai hal-hal yang berharga dalam hidup kami, yang tak dapat dibeli dengan uang. Amin.

Mzm. 22:26-32; Am. 8:11-13; Kis. 8:9-25

Latest ARTICLE